Kapan yah, When yah

136 Użytkownicy polubili

456 Wyświetlenia

O tym dźwięku

“When yah…” itu bukan sekadar kalimat singkat, tapi penuh makna yang kadang cuma aku sendiri yang benar-benar paham. Itu cara halusku bilang, “aku juga mau,” tanpa harus memaksa keadaan. Karena jauh di dalam hati, aku tahu… belum waktunya. Belum saatnya semua keinginan itu jadi nyata. Aku belajar pelan-pelan buat nerima kalau hidup nggak selalu harus sesuai sama maunya kita sekarang. Ada proses, ada waktu yang harus dijalani. Dan mungkin, justru di masa nunggu ini, aku lagi dibentuk jadi lebih sabar, lebih kuat, dan lebih siap. Kadang, jujur aja, ada rasa pengen cepet. Ngeliat orang lain udah sampai di titik yang aku impikan, rasanya kayak, “aku kapan ya?” Tapi setiap kali pikiran itu datang, aku coba ingetin diri sendiri… kalau yang indah itu nggak selalu datang cepat. Yang benar-benar baik, biasanya datang di waktu yang paling tepat. Aku percaya, kalau Allah yang atur, semuanya bakal terasa lebih tenang. Nggak perlu buru-buru, nggak perlu banding-bandingin. Karena bukan cuma tentang nunggu “orangnya” datang, tapi juga tentang nunggu diriku sendiri benar-benar siap-siap untuk menerima, siap untuk menjaga, dan siap untuk bertahan. Jadi ya udah… sekarang aku pilih sabar. Sabar sambil terus memperbaiki diri, sambil terus berdoa dalam diam. Kadang nggak kelihatan apa-apa, tapi aku yakin, pelan-pelan semuanya lagi disusun. Dan suatu hari nanti, di waktu yang bahkan mungkin nggak aku duga, semuanya bakal terasa pas. Nggak ada lagi rasa ragu, nggak ada lagi pertanyaan “kapan ya?” Yang ada cuma satu kalimat sederhana, tapi penuh rasa syukur: “Akhirnya…”

Najbardziej popularny

Zobacz wszystkie